Sejarah

Sejarah

SEJARAH

PROGRAM STUDI MAGISTER KAJIAN SASTRA DAN BUDAYA

 

Pada tanggal 4 Januari 2010, sesuai SK Rektor Universitas Airlangga nomor: 08/H3/KR/2010, Program Magister Kajian Sastra dan Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga didirikan. Program studi ini akan meletakkan kajian kesusastraan dalam konteks kebudayaan yang tumbuh subur pada batas-batas dan pertemuan bermacam wacana yang sudah dilembagakan, terutama dalam sastra, sosiologi, dan sejarah; juga dalam linguistik, semiotik, antropologi, dan psikoanalisis. Bagian dari hasilnya, dan bagian dari pergolakan politik dan intelektual tahun 1960-an (yang ditandai dengan perkembangan yang cepat dan meluasnya strukturalisme, semiotik, marxisme, dan feminisme), kajian budaya memasuki periode perkembangan teoretis yang intensif. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana kebudayaan (produksi sosial makna dan kesadaran) dapat dijelaskan dalam dirinya sendiri dan dalam hubungannya dengan ekonomi (produksi) dan politik (relasi sosial).

Dalam aktivitas akademik dan penyelengaraan pendidikan, Program Magister Kajian Sastra dan Budaya (KSB) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga dijalankan oleh pengajar-pengajar terpilih yang memiliki track recorddan komitmen kuat terhadap keilmuan. Hal tersebut berhasil menciptakan kultur akademis yang produktif. Produktivitas tersebut tampak nyata, misalnya, dari hasil publikasi riset dosen maupun mahasiswa dan keikutsertaan civitas akademik KSB dalam forum-forum ilmiah baik di dalam maupun luar negeri. Produktivitas itu membuahkan hasil positif, hingga dalam kurun waktu tiga tahun, KSB mampu menjadi program akademik unggulan. Berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) No. 204/SK/BAN-PT/Ak-XI/M/X/2013, KSB mendapat akreditasi A sehingga resmi ditunjuk sebagai Program Pascasarjana yang direkomendasi DIKTI dalam penyelenggaraan program Beasiswa Pendidikan Indonesia Dalam Negeri (BPI-DN) untuk Calon Dosen.

Secara umum, beberapa keunggulan yang dimiliki Program Studi Magister Kajian Sastra dan Budaya Universitas Airlangga, pertama, hasil akreditasi prodi dari BAN PT adalah A; kedua, sebagian besar staf akademik dan administratif berusia produktif sehingga memiliki kesempatan besar untuk mengembangkan keahlian dan kemampuan profesionalnya; ketiga, sebagian besar dosen pegajarnya sudah berpendidikan S3; keempat, mahasiswa telah mempunyai jurnal ilmiah Lakon Jurnal Kajian Sastra dan Budaya sebagai forum ilmiah untuk publikasi tesis mahasiswa; kelima, Program Magister Kajian Sastra dan Budaya (KSB) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga terbukti kemampuan menginsiasi kerja sama dengan ilmuwan bertaraf internasional serta memiliki kerjasama dengan universitas di Eropa